Asuransi traveling

Asuransi travelling

Pilihan asuransi liburan petualang





Berpetualang di alam bebas seperti mendaki gunung dan exploring dalam hutan setra melakukan kegiatan olah raga ekstrim adalah aktifitas yang sangat beresiko tinggi, Dapat menyebabkan celaka fatal berbuah cedera ringan sampai cedera serius bahkan kematian.
Dalam banyak kasus setelah kecelakaan serius terjadi barulah terasa, Akan kebutuhan dana besar sangat mendesak otomatis orang-orang terdekat ikut kena imbasnya, susah cuy
Namun akan berbeda jika waktu terjadi kecelakaan semua tanggungan sudah ada jaminan pembayarnya alias asuransi.
Secara umum seperti yang sudah sama-sama kita ketahui ini adalah produk keuangan berupa pertanggungan terhadap premi dibayarkan, Ada banyak jenis namun secara umum terbagi dua yaitu : biasa dan asuransi syariah ,
Keduanya memiliki produk relatif sama misalkan : Asuransi jiwa, asuransi olahraga ekstrim, mobil, pendidikan, haritua, travel, liburan, travelling, wisata, dan lain sebagainya…

Apakah penting ?
Kembali pada masing-masing pribadi apakah merasa butuh atau tidak,
perbandingan lain apakah penting meninggalkan nomor kontak keluarga pada pos/basecamp pendakian ?
atau seberapa penting membawa kotak P3K ? yang dalam kenyataan sangat jarang terpakai pada setiap pendakian, apakah itu hanya sia-sia ?
Dalam logika semua hal itu baru terpakai ketika terjadi sebuah kecelakaan nomer kontak keluarga, P3K, dan asuransi namun jika kita yakin semua akan baik-baik saja selama perjalanan hingga balik kerumah ya lain cerita hahaha ga usah serius amat cuy…




Yadah… Penting tuh barang, Trus karena sebentar lagi liburan kita rencana mau wisata keluar negri biar kayak orang-orang… nah jenis mana yang harus dipilih ? biasa atau asuransi syariah sekaligus produk asuransi liburan seperti apa pas buat kita… ?
Karena sangat banyak produk jadi bingung memilih, Tambah pusing lagi pada sebuah produk banyak variabel klausul berbumbu bahasa marketing yang membuat galaw…
Galaw semakin menjadi dengan kekhawatiran saat klaim ternyata tidak bisa, Akibat bagian itu anu tidak ditanggung serem cuy..

Gampang triknya cuy…
Sebelum memutuskan membeli asuransi wisata bikin dulu coretan dikertas sebagai fokus skenario liburan bukan skenario balikan sama mantan yak wkwkw
Skenario waktu :
Berapa lama waktu akan dihabiskan ditempat liburan ? berapa waktu perjalanan pergi pulang dari rumah ke rumah? jangan lupa tambahkan waktu tambahan ekstra buat jaga-jaga.
contoh : Liburan nanjak semeru trus jalan-jalan bromo = digunung 3 hari, bromo 2 hari, pergi pulang 2 hari, waktu tambahan 1 hari, total 8 hari.
Kasus seperti ini baiknya rencanakan beli asuransi liburan untuk 10 hari jika tersedia produk harian, atau 2 minggu.

Skenario tempat :
Apakah tempat tersebut lebih berbahaya dari tempat lain? Apakah tempat tersebut khusus unik terbatas ?
Umumnya tempat terlarang oleh lembaga dibawah pemerintah bisa jadi celah untuk menggagalkan klaim asuransi travelling
Contohnya batas kalimati sampai puncak mahameru, batas shelter 2 kerinci pada waktu2 tertentu, area diluar safetyline pantai dll. Ketika membeli produk pastikan apakah secara spesifik area tujuanmu itu dicover ?
kalau misalkan tidak tercover secara spesifik hanya tertulis mengcover selama tertanggung dalam masa liburan saja,
Artinya kemungkinan klaim yang diajukan nanti untuk asuransi traveling gagal, Dengan alasan pengecualian daerah terlarang… hal ini pernah terjadi.

Skenario kegiatan :
Selama ditempat liburan apa saja yang akan dilakukan ? Liburan biasa atau kegiatan menantang adrenalin ?
kalau aktifitas adrenalin ditaman hiburan yang dikelola oleh suatu pihak profesional, Hampir dipastikan tercover perlindungan seperti korakora, rollercoster dll

Namun jika kamu liburan di alam bebas, Terus melakukan kegiatan secara mandiri ditempat liburan tersebut, Misalkan saja panjat tebing alam, Downhill, Canyoning dll maka pastikan dulu aktifitas ini masuk pertanggungan asuransi travelling atau kegiatan ini masuk asuransi olahraga ekstrim.

Jangan sampai nanti amit-amit… Setelah kejadian masih dalam periode jaminan namun ternyata tidak ditanggung
karena aktifitas tersebut masuk pengecualian.

Dari tiga skenario diatas harus sudah bisa menyimpulkan produk asuransi traveling seperti apa yang akan kita beli
selanjutnya tinggal memutuskan jumlah premi sesuai budget, Memang rata-rata lebih mahal daripada produk umum, Oh iya membaca secara seksama detail klausul plus syarat dan ketentuan pada produk juga harus dilakukan…




Udah segitu doang ? lah kan tadi diatas mau wisata keluar negri apa sama saja cara milih nya untuk produk asuransi wisata luar negri…
Iya kurang lebih sama perbedaan paling mencolok adalah cara klaim untuk setiap perusahaan,
Kebanyakan hanya ada dua cara claim,
1. Kalau perusahaan tersebut termasuk kategori provider worldwide maka saat dirumah sakit luar negri tertanggung tinggal menunjukkan asuransi tersebut pada rumah sakit.
2. Reimburse cara klaim seperti ini yang paling banyak , setelah dirawat diluar negri minta surat keterangan dari rumah sakit kemudian baru klaim diajukan di Indonesia.

Sekali lagi amat sangat penting untuk membaca teliti semua klausul untuk mengetahui pengecualian yang mungkin muncul dikemudian hari.
Kenali waktu, Tujuan, Kegiatan, Apakah dilindungi dan tidak, Kalau terdapat keraguan tanya dulu,
Agar nanti tidak menyesal salah beli …

Skuy otw liburan kemana kita ?