Sehari di Marapi

Sehari di Marapi

    ‘wajah capek bertukar dengan raut kaget ‘tidak mang..ya Allah lupa ,kopi GK di bawa (dengan logat khas Makassar)

Berada dalam himpitan antara Marapi dan Singgalang menjadikan koto baru menjadi sangat strategis tempat singgah pendaki,yang ingin melakukan pendakian,suasana yg ramah seperti yang sering saya jumpai di semua sudut nagari sumatera barat,juga cuaca yg bersahabat menjadikan saya teringat dengan kampoang nan jauah di mato’ (Kuningan Jabar) suhu malam hari berkisar di bawah 20° c ,menjadikan koto baru tempat bermanja-manja berlama lama dalam bunga tidur,dan menjadikan pagi ku pukul 10.30 wib,setiap harinya.

berada dalam satu nagari yg termasuk wilayah kec.sepuluh koto dalam kabupaten tanah datar,sumbar Nagari ini berada di pertengahan Kota Padangpanjang dan Kota Bukittinggi,jadi sangat memudahkan akses bagi calon pendaki, bila sempat buka Wikipedia tentang koto baru disana langsung terlihat gambar mesjid berkubah merah,nahh tak jauh dari itu tempat saya bersemayam selama ini tepatnya di kediaman om Jho ,dan di sekitaran mesjid itu pula tempat melakukan ‘ hal yg luar biasa,dan berbahaya ( mandi pagi)  kata asri

Sebagai gunung tujuan favorit bagi calon pendaki,dan pendaki yg sudah top global kabupaten,dll..menjadikan gunung yg masih aktif dan berketinggian 2891 Mdpl ,ini selalu ramai pengunjung di setiap harinya apalagi weekend,kita akan lebih di manjakan dengan keberadaan warung di atas (umumnya gunung2 zaman now) hari Rabu Tepat 3 hari setelah turun dari kerinci tgl 10 Juli 2019,untuk memecah kebuntuan dan demi melancarkan otot kaki yg masih kaku ,akhirnya dengan berkendara tekad dan niat , kita mencoba untuk mencumbu Marapi ,adalah bang Remon orang yg mengantarkan kami berdua ke pos Marapi dengan dua balik pulang pergi bergantian membawa saya dan asri,dengan di bekali amunisi, doa dan juga di urusi semua registrasi,seperti anak yg baru masuk sekolah ,wajah berdua kita suminggrah bahagia ketika berada sampai di pos pendakian..
Karena memang hari itu kita akan Tek tok (istilah pendakian dalam waktu singkat) kita pun mempersiapkan perlengkapan tempur sesuai manajemen perjalanan,setelah semua di cek dan di ingatkan bang Remon akhirnya kita berdua start dari pukul 10.00 wib..sudah hampir dua gubuk yg terlewati (terhitung dari BKSDA ) karena memang tidak ada pos di setiap jalurnya,di pertengahan hari sejenak untuk menghela nafas dan menyantap habis amunisi berupa dua bungkus nasi randang,yang jauh lebih nikmat rasanya makan di tengah hutan.

Jauh di atas sana obrolan kecil menutup kepura puraan tenaga yg sudah terkuras, aku bertanya perihal acara ngopi santai di atas puncak,mulai aku tanya kompor yg sudah ada dalam daypack dan gas portable yg di beli di pos, ‘ bg asri,kita akan ngopi,dmna?? Kopi nya di bawakan ?? Wajah capek bertukar dengan raut kaget ‘ tidak mang..ya Allah lupaa kopi gk di bawa ( dengan logat khas Makassar)  dan seketika kesunyian pecah dengan nada kita tertawa bersama,dan semakin kencang saat tau nesting juga lupa di bawa ‘ lalu kita nanti di atas mau masak angin saja ( fikir ku)

‘Kabut datang silih berganti,di balik riuh daun dan batang pohon tinggi,kadang mencemaskan si pejalan kaki,cahaya matahari menembus dedaunan lah yg membawa kembali kepercayaan bahwa badai jangan dulu datang..selalu terselip doa diantara nafas yg berburu terburu,meski renyah tawa dan canda mewarnai setiap langkah,tak lupa jauhh di dasar hati doa selalu terpanjatkan.. jalan tanah perlahan berganti dengan akar lalu tiba lah cadas,itu pertanda bonus semakin dekat,jalan semakin meninggi yg kurasa tak ada habisnya,matahari semakin mendekat kurasa panasnya ,terperangkap dalam bebatuan dan belukar perlahan di tapaki.

Terpecahkan ketika ungkapan pendaki yg berpapasan mengabari bahwa ‘sudah dekat di atas tugu Abel pak’ dengan berbalas sapa dan senyum akhirnya kita semakin berlomba untuk menuju kesana, sebuah tugu ,yg orang menyebutnya tugu Abel ( untuk selengkapnya tentang sejarah tugu Abel,bisa kita baca di journal>artikel ‘sejarah tugu abel ) tidak lupa dengan mengabadikan beberapa Poto disana dan panjatkan doa untuk almarhum,terlihatlah space yang begitu luas ,dan inilah orang menamakannya ‘lapangan bola (sebuah lapangan yg luas,bisa juga buat upacara dan camp) sedikit menanjak lagi kita melanjutkan jalan,menuju ke puncak merpati,sekitar setengah perjalanan dari lapangan bola,kita bisa melihat cerukan kawah Marapi yg masih aktif,dan tak jauh dari kawah utama ada 2 kawah yg berbentuk sumur,di sebelah kiri menuju ke puncak merpati..

Jam dua siang akhirnya kita sampai di bonus yaitu puncak merpati,durasi yang di tentukan membuat kita tidak bisa berlama lama,memanjakan mata melihat landscape yg serba putih karena tertutup awan siang,sesekali langit berwarna biru kesempatan itu juga kita cepat mengambil kamera ponsel,terus berulangkali sampai tak terasa sambil kita untuk kembali ke tujuan utamanya yaitu pulang kembali dengan selamat..

Dengan perlahan dengan sedikit sakit kaki ini menuju arah pulang,menuruni dan melewati lagi yg sudah di tapaki,seiring matahari tenggelam dan siang bertukar malam,riuh suara hutan mengantarkan kita kembali ke awal dimana cerita hari itu di mulai, pos,warung,dan mie rebus akhirnya menjadi penutup perjalanan ‘ Sehari di Marapi ‘ seiring doa dandpuji syukur kepada Ilahi panjatkan,terimakasih tuhan,terimakasih Marapi..

*‘ pak (untuk pria) dan Bu (untuk wanita) adalah sapaan akrab sesama pendaki ketika berpapasan di track *khusus gunung di sumbar

Terimakasih

Read more

Menapaki Keindahan Telomoyo Via Ngrawan.

Menapaki Keindahan Telomoyo Via Ngrawan.

Telomoyo, gunung stratovolcano yang terletak di Kabupaten Semarang dan Magelang ini mungkin tidak begitu dikenal seperti tetangganya, Gunung Merbabu. Maklumlah gunung yang lebih dikenal sebagai tempat kompetisi gantole ini hanya memiliki ketinggian 1.894 mdpl yang tentunya tidak begitu menarik perhatian para pemburu ketinggian.

Namun jangan salah, si mungil ini justru menyimpan banyak keindahan tersembunyi. Dan, berawal dari rasa penasaran, dimulailah perjalanan menjelajah Telomoyo dengan start pendakian di Desa Ngrawan Getasan.

Untuk sampai di basecamp pendakian Ngrawan kita harus menggunakan kendaraan pribadi, ojek atau menumpang mobil sayur jika beruntung karena memang tidak ada kendaraan umum yang sampai di basecamp pendakian Ngrawan.

Untuk menggapai puncak Telomoyo via Ngrawan hanya dibutuhkan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan. Kita akan melewati 4 pos dengan jalur cenderung tertutup semak belukar karena memang jalur ini jarang dilalui pendaki.

Jalur paling ekstrem ada di antara pos 1 menuju pos 2. Disinilah ada kejadian mistis yang dialami team pendakian ( part ini akan ada di cerita berikut, so stay tune terus ya pren 😉 ).

Sedang pos 3 merupakan sebuah petilasan yang dipercaya warga sebagai tempat pertapaan Bung Karno ( presiden ke 1 RI ). Setelah melewati pos 3 kita akan melewati 2 buah makam yang entah makam siapa karena team belum sempat menggali lebih jauh tentang asal muasal makam tersebut. Kedua makam itu berada di rerimbunan pohon yang merupakan vegetasi utama yang ada di jalur pos 3 – pos 4.

Setelah pos 4 jalur yang dilewati merupakan vegetasi semak belukar. Hanya butuh waktu beberapa menit untuk mencapai puncak Telomoyo ( bukan puncak yang ada tower pemancar telkom ya pren ).

Meski ketinggian Telomoyo tidak dampai 2.000mdpl. Namun gunung ini menyimpan keindahan dan misteri yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Jadi, ambil carriermu dan berkemaslah. Petualangan baru menantimu di Telomoyo 😉.

HARLAH 4

HARLAH 4

Howghh….!!!

Harlah ke 4 Jungle ghost yang bertemakan Lentera Harmoni telah selesai dan sukses dilaksanakan

Harlah yang kali ini diadakan dibumi perkemahan Situ Cipondoh Tangerang dengan tuan rumah Cetan nagin.

yang dihadiri segenap clan dan keluarga besar Jungleghost, masyarakat sekitar dan beberapa komunitas lain.

Agenda harlah

  1. Pembukaan
  2. Upacara pengibaran bendera Merah putih
  3. Penanaman mangrove ( Tanjung burung )
  4. Berbagi dengan anak yatim
  5. Munas Jungleghost
  6. Berbagi buku
  7. Cinta budaya Pertunjukan Musik tradisional Karinding ( oleh : Barudak “Banten” Kulon Sundanese )
  8. Pertunjukan Musik oleh Komunitas Biola Tangerang

Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kesuksesan acara.

Sampai jumpa di harlah 5 Brebes tahun depan… Howghhh

PERENCANAAN-PERSIAPAN DAN SURVIVAL KIT

PERENCANAAN-PERSIAPAN DAN SURVIVAL KIT

PENTINGNYA PERENCANAAN-PERSIAPAN DAN SURVIVAL KITS

PENGETAHUAN DASAR DALAM SURVIVAL

Membaca ulang coretan lama dan menyalin kembali dan menggabungkan beberapa tulisan lama yang berserakan dalam beberapa coretan lama yang terpisah-pisah,
lalu mereview tulisan tersebut, mengedit, menyesuaikan dan menambahkan beberapa hal,
terutama gambar dan revisi dibeberapa bagian dengan sumber : dari beberapa artikel, dari wikipedia dan dari manual guidance tentang survival yang dikeluarkan oleh dan untuk Tentara, memberi kesenangan tersendiri, seperti dibawa ke masa silam, dan merasakan kembali rasa yang dulu pernah memiliki dan sudah lama hilang.
Yaitu rasa hive saat menulis, walaupun dulu hanya sekedar membuat catatan yang dituang di selembar kertas atau dibuku harian.

Read more

JG Pulang : Gede Pangrango 29 April – 01 Mei 2017

JG Pulang : Gede Pangrango 29 April – 01 Mei 2017

Pendakian bersama JG : Gede Pangrango

-Tak mengeluh di Tanjakan Baeud.-

Indah…. Hanya satu kata itu yang bisa saya katakan, Sudah beberapa kali saya mendaki di gunung ini Tapi kali ini berbeda.
Sebagian besar keluarga Jungle Ghost tumpah ruah berdatangan dari berbagai penjuru angin.
Surabaya, Semarang, Cirebon , Majalengka, Sumedang, Bandung, Tangerang, Bekasi , Purwakarta, Brebes dan Bogor tentunya sebagai tuan rumah.

Kesibukan pendataan dan pengurusan simaksi tentunya menguras waktu dan tenaga,
semua bisa diselesaikan dengan baik oleh Seneca yang memang memilki kedekatan yg harmonis dengan Lentera dan TNGP.

Saya sudah bisa membayangkan bagaimana riuh dan cerianya Jalur Gunung Putri saat semua JG yang ikut mulai menapaki.Ada Koko yang tangguh, Muzzton , Fuad , Maho yang pendiam tapi gokil. Ada gantengnya Shandy, cerianya Akew dan comelnya Omat.
Dan bagaimana kecantikan squaw yg meronai jalur sepanjang pos pertama sampai Simpang Maleber. Ada Susi, Irma , Amel ,Nina , Icha, dan banyak yg lainnya.

Dan saya menyendiri di jalur, menyesap semua keceriaan itu. Melihat anak saya srndiri melesat meninggalkan semua kekhawatiran, merasakan belaian jalur putri yang sejuk.
Melihat muka keluargaku yang jernih dan ceria setiap pos memborong jajanan khas Gepang.

Read more

Membuat peta kontur

Membuat peta kontur

Membuat Peta kontur Gunung & Peta Kemiringan Lereng.

Musim hujan datang, Demi keselamatan dan kenyamanan banyak teman-teman yang suka mendaki dan menjelajah hutan gunung memilih istirahat dulu dirumah, Sambil bersiap kalau-kalau dibutuhkan untuk turun menjadi relawan, tidak ada salah nya saat santai kita menambah skill extra dalam bidang navigasi,

Selama ini dalam navigasi kita telah dimanjakan dengan Peta dan GPS, Tidak ada salahnya untuk mengetahui dan belajar bagaimana sebuah peta dibuat, Sekaligus untuk mensiasati susahnya memperoleh peta kontur gunung dengan skala lebih besar dari 1:25K misalkan skala 1:5K atau 1:10K

Lansung saja kepoint…

Tools dan Bahan untuk praktek
-Tools/Software : Download dan Install.
1. Arcgis Arcmap versi 10.3 cari sendiri… hehehe
atau download 60 hari trial disite resmi nya = http://www.arcgis.com/features/free-trial.html?origin=arcgiscom-Desktop
2. Plugin Archydro = download plugin archydro = http://resources.arcgis.com/en/communities/hydro/01vn0000000s000000.htm

-Bahan praktek : Citra satelit (DEM) dan GpsLog =
Link Download File bahan.rar : https://drive.google.com/open?id=0B4cgCyTqcqvAOG9meng5NmxQUGc
Pada link dilampirkan juga :
2 file PDF peta dari hasil tutorial.
1 file JPEG gambar Zona UTM indonesia ,1 file TIFF DEM alias citra satelit gunung salak,1 file KML gpslog dari trek gunung salak (di dalam file bahan.rar)

Tutorial kali ini berupa video tutorial dasar untuk Membuat Peta kontur,
agar memudahkan pemahaman maka video dipisah menjadi bagian-bagian sebagai berikut :
part 1 . Memotong citra satelit
part 2 . Menentukan proyeksi dan skala
part 3 . Menentukan garis kontur interval 25m dan 100m
part 4 . Menentukan prediksi aliran air
part 5 . Menambahkan grid
part 6 . Menambahkan hasil rekaman GPS (gpslog)
part 7 . Memperbaiki tampilan
part 8 . Menambahkan legenda
part 9 . Export/print dan preview
Part 10. Menambahkan layer kemiringan lereng (slope)

Simak dan praktekkan playlist video nya step by step part 1 – 10 di youtube :
https://www.youtube.com/playlist?list=PL0kVg2dd3GYPtpSzYHPXbFmXMzexIYA5b
NB: sebaiknya download saja part2 video nya dengan resolusi 720 biar mudah dan jelas untuk diputar ulang sambil praktek.

Link2 alternatif
1. download gpslog = http://jungleghost.org/peta-jalur-pendakian/
2. cara download citra satelit = Baca disini

Berantas buta navigasi ….. Howghh