Materi Pendidikan

Membuat Perapian saat Musim hujan

Membuat Perapian saat Musim hujan

Di musim penghujan seperti sekarang tentu kayu (dahan-ranting) kering untuk membuat perapian
sudah pasti Basah alias Lembab tidak hanya di bagian kulit kayunnya tapi sampai ke bagian dalam batang/dahan/ranting pohonnya

Perapian saat melalukan Pendakian ke suatu gunung sangatlah Penting
selain sebagai
_ penghangat badan
_ Penerangan
_ Memasak
_ Menjauhakan Binatang Buas.
juga sebagai media pengering badan/pakaian ketika kehujanan dalam suatu pendakian dan masih banyak manfaat-manfaat lain

Dengan pengalaman saya saat hari pertama saya melakukan pendakian cuaca cerah bersahabat, Perapian masih lancar-lancar saja berbekal sepack korek api kayu, 2 buah lilin,sepack parafin,1 botol spritus dengan separuh kortek api kayu nya saya masukin ke dalam Botol kaca(krating***g)
dengan alasan biar aman,merasa itu sudah aman..!!??

di hari pertama waktu malam camp (istirahat) saya dibilang boros untuk perapian
seenak aja memakai korek api,dan spritus biar cepat nyala saya siramkan saja spritus pada tumpukan kayu yang sudah saya susun sedemikian rupa untuk perapian cuuuusss nyala seperti sulap-menyulap nah itulah saya kadang tidak sabar untuk membuat perapian ada yang instant,lebih gampang kenapa harus susah-susah pakai tiup-tiup segala bisa bengkak dong pipi saya klo tiup-tiupan terus

spritus mulai berkurang dan korek api kayu pun demikian Parafin yang saya bawa saya gunakan khusus buat memasak saja awalnya karna Perapian Lancar saya memilih memasak menggunakan
kayu api saja Parafinnya saya simpan saja malam pertama setelah selesai memasak,makan dan tidur
waktu makan karena perapian sudah mulai padam  kayu apinya juga sudah habis sisa bara api
saya nyalakan Lilin yang satu nya buat penerangan yang satu lagi Lilinnya saya “berinisiatif” yasudah simpan saja dengan sisa Korek api kayu dibungkus rapih dalam plastik kecil.diselipkan ke pakaian ganti saya

makan malam saya (romantis kan makan pake lilin sendirian) perut kenyang tidurpun Lelap, asiiiik
saking lelapnya tidur di intip macan pun saya cuek macannya macan melayang pakai ponco warna putih hari kedua  hari ke dua cuaca mulai berulah dengan saya tidak mau bersahabat dari pagi hari sampai malam hari hujan deras di sertai badai dan petir yang bersahutan sebentar berhenti sebentar hujan hohohohoho ajiiibbb

di hari kedua inilah Alam menunjukan  yang sebenarnya, tetap dengan penuh semangat menuju tujuan harus  mencapai puncak gunung di hari ke tiga

langkah kaki tidak mau berhenti masa baru hari pertama harus turun lagi yaah packing-packing dan melanjutkan perjalanan. dengat penuh semangat,walaupun di terpa hujan deras, sebentar-sebentar tiarap dan jongkok karna petir  kayak perang aja tiarap,…ahahahaha

langakah demi langkah terus dan terus sampailah tempat yang di tentukan untuk mendirikan Camp,
bongkar-bongkar packingan dirikan camp setelah bivak selesai sekarang urusan mengganti
pakaian yang dikenakan karna basah Maklum ponco tambalan, rembesan air hujan jadinya
basah semua, sampai dalem-dalem setelah mengganti pakaian saat nya perapian buat menghangatkan badan<memasak dan lain-lain

hujan gerimis terus tanpa henti,tidak menyurutkan lagkah saya untuk membuat perapian,
tak ada api tak makan,tak ada api kedinginan setelah mendapatkan beberapa batang pohon dan dahan saya bawa ke camp untuk membuat perapian jurus selanjutnya keluarin korek api-keluarin spritus

sim-salabim sulap di mulai Dua jam lebih sim salabim, abrakadabrak segala jenis mantera di keluarin tetap saja perapian tidak Berhasil.
rasa kesal mulai berperan,emosi mulai ambil alih perapian ya sudahlah tidak usah makan saya malam ini toh besok pagi summit puncak trus turun lagi basecamp kan beres tapi cacing-cacing dalam perut ini tidak mau kompromi hawa dingin di ketinggian mulai menusuk tanpa Ampun.
dari dua jam sekarang sudah Empat jam tetap saja gagal Membuat perapian
stok korek api habis, oh my guuuuuuttttt “korek api yang di dalam botol kaca malah Lembab”
tak bisa di gunakan, Matilah saya yang tersulut malahan Api kekesalan yang semakin menyala
bagaimana api bisa nyala kalo semua pemicu tidak bisa di gunakan.?????

aaaahhh coba saya tenang begitulah terbesit pikiran dalam hati baiklah saya harus sabar,sabar,sabar,sabar,sabar,sabar

Sabar berpikir bagaimana caranya Api ini bisa nyala klo tidak nyala malam ini saya kelaparan,kedinginan yang utama malam ini saya harus bisa ngopi hitam, xixixixixixi woiiiiiiii nyalain apinya dulu baru mikirin kopi begitulah terdengar suara tepat di belakang abaikan suara mari kita lanjut nyalain Api

karna tenang dan sabar Akal sehat pun muncul saya ingat klo masih ada stok sisa Parafin,sisa Lilin,dan sisa korek api yang di bungkus plastik kecil trus di selipin ke pakaian cari-cari akhirnya nemu, jurus demi jurus di keluarin lagi-lagi gagal kayu nya tidak mau terbakar, Parafin Habis korek sisa 5(lima) batang lagi,  Hadeeehhhh tetap sabar saya harus sabar dengan sisa korek api dan sisa lilin yang ada Api harus menyala…….

ohhhh saya tau sekarang coba dengan jurus lain, untuk menghemat sisa-sisa pemicu yang ada

— Lilin saya potong menjadi 10 bagian dengan ukuran 1cm akhirnya dari satu LIlin saya menghasilkan 10 Lilin-lilin kecil berukuran masing” 1cm

—– saya membuat lubang berbentuk persegi pada tanah secukupnya tanah bagian atas yang sangat basah saya pinggirkan

—-batang pohon dan dahan saya buang kulitnya yang basah terus saya serut menjadi serutan-serutan yang kecil-kecil yang lain saya belah menjadi beberapa bagian

di susun berbentuk piramid dari kecil sampai menjadi miniatur piramid  dari susunan kayu di beri ruang tidak terlalu Rapat dengan tujuan agar sirkulai udara lancar di bagian paling bawah penuh kesabaran saya nyalakan lilin kecil pertama dengan harapan serutan kayu bisa terbakar
tapi harapan pertama gagal dan tetap sabar pada harapan kedua akan Menyala.

horeee akhirnya terjawab sudah harapan saya Api nya mulai menyala perlahan membakar serutan-serutan kecil yang di bawah dan menjalar ke serutan-serutan yang besar dan bilah-belahan yang besar
sedikit demi sediki dan menjadi Api yang besar

tiga unsur dalam Api (Bahan Perapian,Udara,Sumber Api)

Masak-masak,ngopi-ngopi
Tidur jadi hangat-ngopi jadi enak

(untuk membuat api di musim penghujan butuh kesabaran)

“Save the Best For Last”

Comments are closed.